tak..tak..tak..tak..tak…tak..tak..tak
Itulah sebuah suara benda yang berbunyi memecah kesunyian kamar saya. Sebuah benda yang tidak pernah lelah “berhenti berbunyi”
Dialah ….. Jam. Detak Jarum Jam….
Setiap melihat jam dan mendengar detakan, saya berandai-andai, jika saja ia bisa berbicara atau mendengar, ingin sekali saya ucapkan “teriamakasih”.. Mengapa demikian? Ia sangatlah hebat. Ia tidak bisa berbicara, namun dia bisa “membuat”saya bergerak untuk tidur, mandi, belajar, sholat, beres-beres kamar, dan segala kegiatan lainnya.
Setiap melihat jam dan mendengar detakan, segala macam perasaan bercampur aduk pernah saya rasakan bergantian . Marah ? IYA! Marah karena mengapa saya tidak bisa menghentikan waktu disaat saya sedang senang supaya rasa senang saya bisa bertahan lama. Bahagia ? IYA ! Bahagia karena disaat sedang susah, waktu berjalan seperti biasa dan kesusahan dan kesulitan tanpa disadari atau tidak, sudah tidak saya rasakan lagi.
Setiap melihat jam dan mendengar detakan, segala macam khayalan melintas. Khayalan apa yang terjadi masa lalu, masa kini, dan apa yang ingin saya rasakan dimasa depan, pernah melintas disela-sela detakan jarum jam yang terdengar jelas. Andaikan saja ia tahu, betapa besarnya harapan saya terhadap waktu, besarnya harapan saya untuk tidak lelah melakukan banyak hal seperti waktu yang tidak pernah lelah untuk berputar, besarnya harapan untuk membahagikan orang-orang disekeliling sembari disaksikan waktu yang terus berputar menghiasi hidup, dan suatu harapan yang paling penting… harapan untuk bisa menghidupi harapan yang saya harapkan di masa kini untuk bisa bermanfaat di masa depan agar saya sukses dibidang kehidupan saya dan bisa berbuat sesuatu untuk bangsa ini..supaya kelak di masa tua nanti…. saya tidak akan marah lagi disaat melihat jam dan mendengar detakan jam dari kursi goyang yang saya duduki..tidak akan marah karena detakan jarum jam telah banyak mengingatkan saya untuk terus bergerak, beribadah, berkarya, bernafas, bersosialisasi, berolahraga…..dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa..
Seorang teman saya yang bernama Rizkyana Dipananda menulis beberapa kalimat di tumblr nya . Ini kalimatnya : Tanpa sadar, kita adalah pahlawan bagi diri kita sendiri. Kemampuan super sudah kita miliki dengan sendirinya, dan aku yakin, kemampuan yang kita miliki adalah berbeda-beda dan spesial. Hanyak kita yang punya. Tetapi yang tidak kita miliki adalah pemicu kekuatan tersebut. Maka, ciptakanlah pemicu tersebut.
Salah satu pemicu kekuatan kita tanpa kita sadari sudah tercipta..yaitu waktu.. Dengan adanya jam yang menunjukkan waktu, bukan hal yang mustahil untuk kita para pemuda harapan Bung Karno, Bung Hatta, Fatmawati, Sayuti Melik, Laksamana Maeda dan para pejuang kemerdekaan lainnya untuk tunjukkan kepada siapapun bahwa kita bisa menjadi pahlawan untuk siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Lalu..yang terpenting adalah menjadi pahlawan untuk diri sendiri. Saya berjanji
Teruslah berputar dan setia menjadi pelecut bagi setiap insan untuk setidaknya berpikir bahwa kita harus menikmati setiap detakan jarum jam yang berputar. Karena waktu itu berharga.. Jangan disia-siakan. Manfaatkan waktu yang ada, teruslah berkarya dan selalu bersyukur !
Jangan kecewakan detakan jam yang setia “mengingatkan” kita.. Detakan jam akan membawa kita ke sebuah jalan yang panjang yang akan kita isi dengan senyuman yang bermakna bagi semuanya..
Terimakasih…
You must have been warned against letting the golden hours slip by; but some of them are golden only because we let them slip by. ~James Matthew Barrie
Time is like the wind, it lifts the light and leaves the heavy. ~Doménico Cieri Estrada
Dondi, agustus 2011.